Dear all, Kabar gembira!! Akhirnya Workshop Senopati Edukasi Cendekia yang bernama Senopati Education Center di Citra Raya Tangerang akan segera beroperasi kembali............ Lokasi workshop yang sebelumnya ada di cluster Telaga Mediterania P1 No. 50 kini telah pindah ke Graha Pratama Blok U2 No. 65 ..... Saat ini Workshop Senopati Education Center sedang renovasi atap dan lainnya agar bebas dari rayap serta nyaman digunakan. Perkembangan renovasi workshop dapat diikuti di youtube channel kami Senopati Center.......Untuk keterangan kursus dan bimbel online maupun offline Anda dan Keluarga dapat langsung ke live chat kami di website ini.....Terimakasih atas kepercayaanya selama ini....................Alhamdulillah bersama BE Training ... Senopati Edukasi Cendekia yang merupakan induk dari Senopati Center telah berhasil dan sukses mengadakan pelatihan in house company training di Kemendikbud Puslapdik dengan materi Public Relation dan pelatihan microsoft excel tingkat advance ..........Senopati Education Center telah membuka coba kelas online gratis untuk Kursus Public Speaking, Reporter dan Presenter TV, Kursus Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris serta bimbingan belajar dari SD sampai SMA.........Segera hubungi hotline kami (hanya chat whatsapp) untuk keterangan selengkapnya------- Senopati Edu Live Online yang berlokasi di Cipondoh Tangerang akan tetap menemani Anda dan Keluarga yang merasa nyaman dalam pembelajaran online (daring), Jika bisa belajar dimana saja bahkan dari rumah, mengapa harus yang mahal dan mengeluarkan transport ;).........
Pentingnya Faktor Kecerdasan Emosional dalam pola belajar anak

Apakah Faktor Kecerdasan Emosional (EQ) lebih berperan dalam proses belajar anak dibandingkan dengan Kecerdasan Intelektual (IQ)? Mari kita bahas!

Arti dari Kecerdasan Emosional (EQ) bagi proses belajar anak

Kecerdasasn EMosional dalam Pola belajar anak

Berdasarkan realita yang terjadi tidak semua orang yang memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi pula ini hal ini sejalan dengan pendapat (Goleman, 2018) bahwa kecerdasan Intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan seseorang, sedangkan 80% adalah sumbangan dari faktor-faktor lain, diantaranya kecerdasan emosional (EQ) yaitu kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati, berempati serta kemampuan bekerjasama (Wayan Budiarta, Ni Ketut Suarni, 2014).

Proses Belajar tentunya akan menemukan berbagai hambatan, seperti pemahaman anak akan suatu materi, memecahkan masalah yang ada di soal-soal mereka sampai dengan masalah yang ada di luar pelajarannya. Seorang anak yang hanya mengandalkan IQ mungkin dapat berhasil secara instan akan tetapi tidak untuk jangka panjang, demikian juga halnyadengan seorang guru yang hanya fokus ke nilai anak tanpa memperhatikan kecerdasan emosionalnya. Hal ini layaknya bom waktu yang suatu saat akan meledak seiring perkembangan emosional anak itu sendiri.

Proses Pendidikan bukan untuk membuat anak-anak menjadi stress dan tidak menikmati proses belajarnya. Bagaimana mungkin kita ingin membuat anak-anak kita sukses apabila mereka tidak suka dengan kata belajar? Apalagi proses belajar akan mereka tempuh sampai ke jenjang berikutntya bahkan sampai mereka tua nanti. Maka dari itu dibutuhkan proses belajar mengajar yang menekankan kepada Kecerdasan Emosional, bukan hanya Kecerdasan Intelektual saja

Penerapan Kecerdasan Emosional dalam proses belajar mengajar

Suasana Belajar yang menyenangkan

Penerapan Kecerdasan Emosional dalam proses belajar mengajar harus dilakukan dalam keadaan menyenangkan dan tidak ada paksaan. Daripada memarahi anak karena mendapatkan nilai jelek dalam ujian akan lebih baik jika guru dan orang tua mencari tahu apa penyebabnya. Untuk mengetahui penyebab nilai jelek itu tentunya tidak akan mudah tanpa kejujuran dari anak tersebut, apalagi jika penyebabnya ada di alam bawah sadar sang anak seperti trauma pada pelajaran tertentu, guru pelajaran tersebut dan lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya maka akan mudah bagi guru dan orang tua untuk membantunya bukan? Tentunya semua hal ini tidak akan dapat dilakukan dalam suasana belajar yang tidak menyenangkan. Suasana yang menyenangkan akan membuat anak menjadi dirinya sendiri dan berani mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.

Peran Guru untuk membangun Kecerdasan Emosial dalam proses belajar mengajar

Setelah suasana belajar terjadi dalam keadaan menyenangkan dan tercipta rasa nyaman dan kepercayaan antara guru dan murid, maka otak, watak dan sikap anak akan lebih mudah dibentuk. Berikut peran guru dan orang tua dalam hal ini :

Fasilitator

Guru dan Murid adalah sebuah tim yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar. Layaknya sebuah tim maka jika nilai anak jelek juga akan berdampak ke gurunya. Guru yang baik akan membantu siswa untuk belajar dan memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang menurut mereka sulit.

Guru berperan sebagai pembantu dalam pengalaman belajar, membantu perubahan lingkungan, serta membantu terjadinya proses belajar yang serasi dengan kebutuhan dan keinginan. Jangan ragu untuk meminta maaf kepada murid jika seorang guru keliru atau tidak sengaja melakukan kesalahan. Hal ini akan menambah hormat mereka.

Energizer

Bagaimana mungkin anak akan optimis jika gurunya mengajar sdalam suasana yang lesu? Semangat seorang guru akan membakar semangat murid-muridnya juga. Proses belajar yang menyenangkan membutuhkan guru-guru yang ceria dan kekinian tentunya. Pahami dunia murid jika guru akan mendapatkan respect dari mereka.

Gairah dalam belajar jelas sangat dibutuhkan dan hal ini akan sangat sulit jika seorang guru tidak memiliki gairah dalam belajar. Gunakan bahasa tubuh yang baik dan jadilah seorang presenter yang handal bagi mereka.Berbaur dengan anak akan lebih baik dibandingkan menjadi orang yang mereka takuti.

Motivator dalam proses belajar mengajar

Jangan biarkan rasa tidak percaya diri dan hal negatif lainnya masuk ke dalam dunia belajar anak. Yakinkan mereka bahwa mereka bisa. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Fokus pada masalah mereka dan motivasilah setiap kegagalan yang mereka alami. Memarahi murid tanpa memberikan mereka pemahaman yang baik atas dampak dari kesalahan mereka adalah hal yang tidak bijaksana.

Bimbel Seru di CItra Raya

Guru yang baik adalah seorang motivator bagi muridnya. Tidak perlu menjadi motivator seperti di acara TV atau sejenisnya. Cukup menjadi diri sendiri dan berikan perhatian khusus kepada mereka. Guru Sebagai Motivator artinya guru sebagai pendorong siswa dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa.

Tetapkan aturan yang masuk akal dalam proses belajar mengajar

Suasana belajar yang menyenangkan akan tidak terarah tanpa membuat aturan yang jelas dan mudah diterima oleh anak. Berikut beberapa hal yang dapat diterapkan :

  • Jadwal belajar yang telah disepakati bersama (termasuk jadwal konsultasi PR yang lain di luar pelajaran di hari ini dan sediakan juga waktu untuk membicarakan hal yang diluar pelajaran).
  • Membuat sistem point reward dan punishment yang menyenangkan dan telah disepakati bersama.
  • Ice Breaking ( Game yang berhubungan dengan materi pelajaran)
  • Aturan teknis sistem kerjasama antara kelompok belajar. Ajarkan mereka bagaimana cara menjelaskan kembali apa yang telah mereka mengerti.

Tempat Bimbingan Belajar yang menerapkan Kecerdasan Emosional

Pada akhirnya semua adalah proses. Seorang guru yang menerapkan proses ini harus diberikan waktu untuk mengubah pola belajar anak sekaligus mengasah kecerdasan emosional mereka. Percayalah, apabila proses belajar ini sukses, maka anak akan menerapkannya dalam keseharian mereka dan menularkan lagi proses baik ini pada lingkungan sekitarnya.

Bimbel Senopati yang memiliki workshop di wilayah Citra Raya Tangerang dan telah mengembangkan kelasnya menjadi Live Online untuk seluruh Indonesia adalah tempat Bimbel yang menerapkan semua proses belajar dengan kecerdasan emosional di atas. Mari bergabung bersama kami dan buktikan sendiri.

Bimbel di CItra Raya Tangerang

4 thoughts on “Pentingnya Faktor Kecerdasan Emosional dalam pola belajar anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Butuh Informasi?
Hello!
Senopati Edukasi Cendekia, apa yang dapat kami bantu?